PRESS RELEASE MONITORING KAMPUS KPM #1
PRESS RELEASE MONITORING KAMPUS KPM #1
Halo sobat konservasionis!
Monitoring kampus merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Kelompok Pemerhati (KP) Himakova yang bertujuan menginventarisasi keanekaragaman jenis satwa di Kampus IPB Darmaga! Pada artikel kali ini, kita akan lebih spesifik membahas tentang Kelompok Pemerhati Mamalia yang telah melakukan monitoring kampus ke-1. Yuk simak lebih lanjut!
Kelompok Pemerhati Mamalia “Tarsius” sebuah unit kegiatan mahasiswa yang berfokus pada konservasi dan studi satwa liar khususnya pada taksa mamalia, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian keanekaragaman hayati dengan melaksanakan kegiatan monitoring mamalia di lingkungan Kampus IPB Darmaga. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 April 2025 yang berlokasi di jalur perumahan dosen Kampus IPB Darmaga.
Kegiatan monitoring tersebut menggunakan metode line transect dan jala kabut (mist net), tim KPM “Tarsius” melakukan pengamatan intensif terhadap mamalia yang beraktivitas di kawasan tersebut. Metode line transect merupakan metode survei yang menggunakan jalur lurus dengan panjang tertentu untuk mengamati dan menghitung mamalia. Prinsip dasarnya adalah peneliti berjalan mengikuti garis transek sambil mencatat semua mamalia yang terdeteksi beserta jarak tegak lurusnya dari garis transek. Sementara jala kabut merupakan jaring halus yang hampir tidak terlihat dan digunakan untuk menangkap kelelawar.

Hasil monitoring menunjukkan keberadaan dua jenis mamalia, yaitu bajing kelapa (Callosciurus notatus) dan kelelawar pemakan buah dari genus Cynopterus (codot). Kedua spesies tersebut dikenal memiliki peran penting dalam ekosistem, seperti berperan dalam menyebarkan biji dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kelompok Pemerhati Mamalia untuk mengedukasi civitas akademika mengenai pentingnya pelestarian satwa liar di kawasan kampus yang masih menyimpan keragaman hayati tinggi. Selain sebagai bentuk kontribusi ilmiah, monitoring tersebut juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa yang tertarik dalam bidang ekologi, konservasi, dan zoologi.

