PRESS RELEASE FEEDING SITE KPK #2

SnapInsta.to_502524070_18508209361026763_8186380097168283949_n

PRESS RELEASE FEEDING SITE KPK #2

Pada tanggal 18 April 2025, Kelompok Pemerhati Kupu-kupu (KPK) “Sarpedon” telah melaksanakan kegiatan konservasi berupa perawatan bibit tanaman sirih hutan (Aristolochia tagala) sebagai tanaman inang bagi kupu-kupu spesies Troides helena di depan Ruang Konservasi Eksitu KSHE Kampus IPB Darmaga. Perawatan bibit sirih hutan diharapkan mampu menambah dan mengembalikan populasi kupu-kupu spesies Troides helena di Kampus IPB Darmaga.

Mengapa Aristolochia tagala dan Troides helena?

Tanaman Aristolochia tagala atau yang dikenal sebagai sirih hutan, merupakan tanaman inang utama bagi larva kupu-kupu Troides helena. Artinya, tanpa tanaman ini, kupu-kupu tersebut tidak memiliki tempat yang sesuai untuk bertelur dan tidak memiliki sumber pakan bagi fase larvanya.

Troides helena sendiri merupakan kupu-kupu berukuran besar dengan penampilan mencolok yang sering menjadi indikator kesehatan ekosistem. Spesies ini termasuk dalam kelompok kupu-kupu dilindungi, sehingga keberadaannya memiliki nilai ekologis sekaligus edukatif.

Tujuan Kegiatan Konservasi

Kegiatan perawatan bibit sirih hutan yang dilakukan KPK “Sarpedon” bertujuan untuk:

  1. Menyediakan Tanaman Inang yang Memadai: Dengan merawat dan menambah jumlah bibit sirih hutan, diharapkan tersedia habitat yang cukup untuk mendukung siklus hidup Troides helena dari mulai oviposisi, pertumbuhan larva, hingga metamorfosis
  2. Memulihkan dan Menambah Populasi Kupu-kupu Troides helena: Keberadaan tanaman inang yang memadai akan meningkatkan peluang berkembangbiaknya populasi kupu-kupu tersebut di lingkungan Kampus IPB Darmaga.
  3. Menciptakan Ruang Edukasi Konservasi bagi Mahasiswa: Area konservasi eksitu berfungsi sebagai sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa konservasi dan pengunjung yang ingin memahami pentingnya tanaman inang bagi keberlangsungan serangga penyerbuk dan makhluk hidup lainnya.
  4. Mendukung Keanekaragaman Hayati Kampus: Penambahan tanaman inang dan peningkatan populasi kupu-kupu berkontribusi pada peningkatan kualitas ekosistem kampus, menjadikannya lingkungan yang lebih natural, teduh, dan kaya spesies

Rangkaian Kegiatan yang Dilaksanakan

Kegiatan perawatan yang dilakukan oleh KPK “Sarpedon” meliputi:

  • Penyiraman rutin bibit sirih hutan untuk memastikan kondisi tanah tetap lembab dan mendukung pertumbuhan.

  • Penggantian media tanam pada bibit yang membutuhkan ruang lebih luas untuk berkembang.

  • Pembersihan gulma dan pemangkasan ringan untuk menjaga kesehatan bibit dan mengoptimalkan penyerapan nutrisi.

  • Pengecekan kondisi daun dan batang untuk memastikan tidak ada hama atau penyakit yang menghambat pertumbuhan tanaman.

  • Pencatatan foto dan data perkembangan bibit sebagai bagian dari monitoring jangka panjang.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa anggota KPK “Sarpedon” dengan pendampingan dari pengelola Ruang Konservasi Eksitu KSHE.

Harapan dan Dampak Jangka Panjang

Dengan adanya perawatan dan penanaman berkelanjutan bibit Aristolochia tagala, KPK “Sarpedon” berharap:

  • Populasi Troides helena dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

  • Ekosistem Kampus IPB Darmaga menjadi ruang konservasi alami yang didukung oleh ketersediaan flora dan fauna khas daerah tropis.

  • Masyarakat kampus lebih peduli, memahami, dan terlibat dalam upaya konservasi serangga, khususnya kupu-kupu bernilai ekologis tinggi.

Kegiatan ini merupakan komitmen KPK “Sarpedon” dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati, sekaligus bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam pelestarian kupu-kupu Indonesia.