HIMAKONVO #1: Peran Perempuan dalam Konservasi
HIMAKONVO #1: Peran Perempuan dalam Konservasi
Melihat Peran Penting Perempuan dalam Bidang Konservasi di Hari Perempuan Internasional

Konservasi sering kali identik dengan aktivitas lapangan yang berat, seperti menyusuri hutan atau melakukan penelitian di alam terbuka. Pandangan ini membuat kegiatan konservasi kerap dianggap lebih cocok dilakukan oleh laki-laki. Padahal, perempuan juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, kami berksempatan untuk berbincang singkat bersama salah satu dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata yang mendalami bidang Konservasi Sosial Sains dengan minat besar terhadap gerakan konservasi yang berhubungan dengan perempuan.
Pada perbincangan kami, Ibu Dr. Ir. Arzyana Sunkar M.Sc. menyatakan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi perempuan dalam konservasi adalah pandangan sosial yang menganggap perempuan memiliki keterbatasan secara fisik untuk bekerja di lapangan. Ia menjelaskan kepada anggota Biro Informasi dan Komunikasi HIMAKOVA, “dalam konservasi, di lapangan perempuan dianggap kurang secara fisik, lelaki menganggap perempuan jalannya lambat. Jadi tantangan utama perempuan adalah fisik.”
Meskipun demikian, perempuan memiliki kekuatan lain yang sangat penting dalam upaya konservasi, yaitu pengetahuan lokal tentang alam. Dalam masyarakat umum khususnya di masyarakat adat dan lokal, perempuan sering mengetahui berbagai jenis tumbuhan dan bagaimana cara pemanfaatannya karena peran mereka dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Bu Dr. Ir. Arzyana Sunkar M.Sc. menyampaikan bahwa, “perempuan memiliki pengetahuan yang luas, terutama tentang tumbuhan karena mereka menyiapkan makanan untuk keluarga.” Pengetahuan ini juga terlihat dalam praktik pertanian tradisional, di mana perempuan sering berperan dalam memilih benih yang akan ditanam. “Pemilihan benih itu biasanya yang memilih perempuan karena mereka yang tahu benih mana yang bagus,” jelas Bu Dr. Ir. Arzyana Sunkar M.Sc.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam pengelolaan sumber daya alam dan konservasi, terutama karena kedekatannya dengan pengelolaan pangan, lingkungan rumah tangga, dan pengetahuan lokal masyarakat (Zona et al. 2023; Pratisti et al. 2021). Melalui momentum Hari Perempuan, Bu Dr. Ir. Arzyana Sunkar M.Sc. berpesan agar mahasiswi tidak ragu untuk terlibat dalam konservasi. Menurutnya, konservasi tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga pengetahuan, empati, dan kepedulian terhadap alam. Ketika perempuan berani mengambil peran, mereka dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Untuk perempuan, jangan pernah takut mengambil peran penting dalam konservasi, karena konservasi itu berkaitan dengan alam yang perlu kita jaga dengan rasa sayang khas seperti rasa sayang ibu kepada anaknya, dan itu secara alamiah dimiliki oleh perempuan.
Referensi
Pratisti C, Saksono H, Suadi. 2021. Partisipasi perempuan dalam konservasi mangrove di Desa Pasar Banggi, Rembang. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada. 23(2): 91–100.
Zona KS, Siregar M, Handayani S. 2023. Partisipasi dan peranan perempuan dalam kegiatan konservasi. Agronimal: Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman. 13(1): 45–52.
