Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia 2025

SnapInsta.to_499876672_18506817433026763_7812221470114298950_n

Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia 2025

Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia diperingati setiap tanggal 25 Mei. Himakova menghadirkan rangkaian informasi ilmiah yang bertujuan meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya keanekaragaman hayati bagi keberlangsungan kehidupan di Bumi. Tema tahun ini adalah: “Mengulik Keanekaragaman Hayati: Fakta Ilmiah di Baliknya”

Alam adalah sistem yang kompleks, saling terhubung, dan penuh keajaiban. Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh pembaca untuk menelaah lebih dalam peran vital keanekaragaman hayati dalam menopang keseimbangan ekosistem serta kehidupan manusia.

Memahami Konsep Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati atau biodiversity merujuk pada variasi kehidupan di Bumi—baik pada tingkat gen, spesies, maupun ekosistem. Konsep ini merupakan fondasi dari stabilitas ekologi serta ketahanan sistem alam.

  1. Keanekaragaman Genetik
    Variasi genetik memungkinkan spesies untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, mempertahankan populasi, dan mencegah kepunahan.

  2. Keanekaragaman Spesies
    Menggambarkan jumlah dan ragam makhluk hidup yang menghuni Bumi. Semakin tinggi keanekaragaman spesies, semakin stabil pula suatu ekosistem dalam menghadapi gangguan.

  3. Keanekaragaman Ekosistem
    Meliputi keberagaman habitat seperti hutan hujan tropis, padang rumput, rawa, laut tropis, hingga terumbu karang. Setiap ekosistem memiliki struktur dan fungsi ekologis yang unik.

Keanekaragaman hayati bukan hanya sumber estetika alam, tetapi juga penopang utama siklus biogeokimia, produksi pangan, penyediaan air bersih, dan berbagai layanan ekosistem lainnya.

Indonesia sebagai Negara Megabiodiversitas

Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 17 negara megabiodiversitas di dunia. Predikat ini tidak diberikan sembarangan; Indonesia menyimpan sebagian besar kekayaan flora dan fauna dunia.

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta IUCN (2023), Indonesia memiliki:

  • 10% spesies tumbuhan dunia

  • 17% spesies burung

  • 12% spesies mamalia

  • 15% terumbu karang dunia

Keragaman ini mempertegas peran Indonesia sebagai pusat keanekaragaman hayati global sekaligus menempatkan negara kita pada posisi strategis dalam upaya konservasi internasional.

Keanekaragaman Hayati sebagai Solusi Krisis Global

Keanekaragaman hayati tidak hanya penting bagi ilmu pengetahuan, namun juga menjadi landasan solusi berbasis alam (Nature-based Solutions) yang semakin relevan dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, kehilangan habitat, dan ketahanan pangan.

Beberapa kontribusi penting keanekaragaman hayati antara lain:

  • Peran hutan kota dalam mitigasi perubahan iklim
    Penelitian Latuamury (2025) menunjukkan bahwa ruang hijau kota mampu mengurangi suhu panas ekstrem dan meningkatkan kenyamanan mikroklimat.

  • Keanekaragaman serangga untuk polinasi dan ketahanan pangan
    Penyerbukan adalah layanan ekosistem krusial yang menjamin produksi pangan dunia.

  • Sumber daya genetik bagi dunia kesehatan
    Diperkirakan 25% obat modern berasal dari tanaman hutan tropis (Setiawan 2022), menunjukkan betapa pentingnya konservasi habitat alami bagi inovasi medis.

Dengan demikian, menjaga keanekaragaman hayati sama artinya dengan menjaga keberlanjutan kehidupan manusia.

Peran Mahasiswa Konservasi dalam Menjaga Keanekaragaman Hayati

Sebagai generasi intelektual yang bergerak di bidang konservasi, mahasiswa memiliki tanggung jawab ilmiah dan moral untuk berperan aktif dalam menjaga biodiversitas.

Peran yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Ilmiah
    Studi di bidang konservasi tidak hanya bertujuan lulus ujian, namun juga memahami kompleksitas ekologis dan kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan.

  2. Mengembangkan Riset untuk Restorasi dan Pengelolaan Ekosistem
    Penelitian dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan, perencanaan kawasan, dan pemulihan habitat yang terdegradasi.

  3. Edukasi dan Kampanye Publik
    Menyebarkan pemahaman tentang pentingnya keanekaragaman hayati kepada masyarakat luas merupakan langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran kolektif.

  4. Aksi Nyata dalam Kehidupan Sehari-hari
    Memulai dari langkah sederhana seperti mengurangi jejak karbon, mengelola sampah dengan benar, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Melalui kombinasi ilmu, aksi, dan kolaborasi, mahasiswa konservasi menjadi garda depan dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Daftar Referensi

  • IUCN. 2023. The IUCN Red List of Threatened Species. Version 2023-2.
  • KLHK. 2023. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
  • Latuamury B. 2025. Buku Ajar Hutan Kota: Teori Dan Aplikasi Berbasis Tata Air. Yogyakarta: Deepublish.
  • Setiawan, A. 2022. Keanekaragaman hayati Indonesia: masalah dan upaya konservasinya. Indonesian Journal of Conservation. 11(1):13-21.