Hari Karst dan Gua
Hari Karst dan Gua
Sobat konservasionis tahu ga sih kalau setiap tanggal 6 Juni itu diperingati sebagai Hari Gua dan Karst loh!
Apa itu Karst?
Karst adalah bentang alam khas yang terbentuk akibat pelarutan batuan yang mudah larut (seperti batu kapur), sehingga menghasilkan bentuk permukaan bumi yang unik dan menarik. Sedangkan gua adalah bagian dari kawasan karst, yaitu ruang bawah tanah yang terbentuk akibat pelarutan batuan kapur dalam proses membentuk bentang alam karst. Jadi, karst adalah sistemnya, gua adalah salah satu bagiannya.
Proses pembentukan keduanya terjadi secara alamiah, dan bisa memakan waktu ribuan hingga jutaan tahun loh!
Mengapa Karst Penting?
- Sumber air bersih : Karst menyimpan air hujan dalam celah-celah batuan kapur yang kemudian mengalir sebagai air bawah tanah.
- Habitat unik bagi spesies : Lingkungan gelap, lembap, dan stabil dalam gua menjadi rumah bagi spesies langka yang tidak ditemukan di tempat lain.
- Pusaka geologi dan budaya : Gua dan karst menyimpan jejak zaman purba, seperti lukisan dinding, alat batu, dan sisa fosil.
- Destinasi ekowisata : Bentang alam karst yang indah menjadikannya destinasi wisata dan petualangan yang diminati masyarakat.
Ancaman terhadap Karst dan Gua
Karst sangat rentan terhadap kerusakan lingkungan karena memiliki sistem yang kompleks, baik secara geologi maupun aliran air bawah tanahnya (Brinkmann dan Parise 2012). Ancaman terhadap karst dan gua meliputi:
- Penambangan batu kapur
- Alih fungsi lahan dan pembangunan
- Pencemaran air tanah
- Aktivitas pariwisata tidak terkendali
Pemanfaatan kawasan karst yang tidak terkendali dapat merusak fungsi-fungsi pentingnya, seperti keindahan alam (estetika), nilai ilmiah, dan peranannya dalam menyimpan dan mengalirkan air (fungsi hidrologis) (Nugroho et al. 2021).
Faktanya:
Lebih dari 30% kawasan karst Indonesia terancam rusak permanen
Fakta Karst Indonesia
- Kawasan karst terbesar di dunia: Karst Rammang-rammang di Sulawesi Selatan merupakan bagian dari Kawasan Karst Maros-Pangkep (KKMP) yang merupakan salah satu kawasan karst yang terbesar di dunia (Mandong 2022).
- Banyak yang belum dieksplorasi : KKMP memiliki lebih dari 250 gua, termasuk gua terdalam dan terpanjang di Indonesia, seperti Leang Pute dengan kedalaman 263 meter.
- Tantangan konservasi : Sekitar 9,5% dari total 155.000 km² kawasan karst Indonesia mengalami kerusakan akibat penambangan batu gamping dan alih fungsi lahan.
Referensi
- Brinkmann R, Parise M. 2012. Karst environments: problems, management, human impacts, and sustainability an introduction to the special issue. Journal of Cave and Karst Studies. 74(2):135–136. https://doi.org/10.4311/2011JCKS0253.
- Mandong IA, Budiarti T, Munandar A. 2023. Kajian potensi objek daya tarik Wisata Alam Karst Rammang-Rammang di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Lanskap Indonesia. 15(1):36–41.
- Nugroho AD, Hidayat T, Memed MW. 2021. Evaluasi kawasan bentang alam karst, suatu usaha untuk optimalisasi perlindungan dan pemanfaatan (studi kasus: karst di Kabupaten Tulungagung). Geo Spatial Proceeding. 162-169.
