Hari Fotografi Alam Sedunia

SnapInsta.to_506011460_18511659916026763_6383519881815083247_n (1)

Hari Fotografi Alam Sedunia

Sobat konservasionis, 15 Juni diperingati sebagai hari fotografi alam sedunia. Di era digital seperti sekarang, ketika atensi manusia sangat singkat dan informasi datang silih berganti, gambar adalah bahasa tercepat dan terkuat. Banyak isu lingkungan yang awalnya tak diketahui publik, baru mendapat perhatian setelah ada satu foto yang menyebar luas.

Sumber: National Geographic 2017

Ini bukan sekadar dokumentasi. Ini adalah bukti, alarm, sekaligus ajakan untuk bergerak.

No Viral No Justice

Banyak perjuangan konservasi berlangsung selama bertahun-tahun di lapangan—namun baru didengar setelah ada satu foto kuat yang memaksa publik untuk peduli. Foto punya kekuatan unik—ia tak berteriak, tapi mampu mengguncang. Sama seperti yang terjadi di Raja Ampat belakangan ini.

Saat Lensa Menjadi Perlawanan

Hari Fotografi Alam Sedunia, yang diperingati setiap 15 Juni, bukan hanya selebrasi bagi para fotografer. Tapi juga pengingat bahwa dokumentasi bisa menjadi aksi nyata. Hari ini, kita tak hanya merayakan keindahan alam, tapi juga mereka yang diam-diam menjadikannya terlihat dan terdengar. Melalui foto, alam bisa bersuara di ruang-ruang di mana ia tak bisa hadir langsung: lini masa media sosial, ruang rapat pengambil kebijakan, hingga layar smartphone jutaan orang.

Penutup

Alam tidak punya suara di ruang digital. Karena di dunia yang bising dan penuh distraksi, satu foto bisa jadi satu-satunya suara bagi alam yang sedang diam-diam dihancurkan. Tapi kita bisa jadi penyambung suaranya—lewat kamera.

Referensi