Hari Kura-Kura dan Penyu Sedunia

SnapInsta.to_499487037_18506947795026763_8139676103887685669_n

Hari Kura-Kura dan Penyu Sedunia

Selamat memperingati hari kura-kura dan penyu sedunia sobat konservasionis! Hari tersebut diperingati setiap tanggal 23 Mei. Indonesia adalah rumah bagi 6 dari 7 spesies penyu laut dunia, termasuk penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang, penyu tempayan, penyu belimbing, dan penyu pipih. Namun, populasi mereka terus menurun akibat perburuan, perdagangan ilegal, dan degradasi habitat (Mongabay 2017). 

Tapi tahukah kamu?

Kesadaran konservasi di Indonesia ternyata bermula dari kisah penyu di satu desa kecil Serangan, Bali.

Pada awal 1990-an, penyu hijau (Chelonia mydas) banyak diburu dan diperjualbelikan secara terbuka di Serangan, Bali. Masyarakat memanfaatkannya untuk konsumsi daging, souvenir, hingga kebutuhan upacara adat. Namun, praktik ini berlangsung secara masif hingga mencapai taraf eksploitasi yang mengancam kelestarian penyu.

Situasi ini memicu reaksi dari aktivis lingkungan, baik nasional maupun internasional. Tekanan semakin kuat ketika dunia menyoroti praktik eksploitasi tersebut, mengingat penyu merupakan satwa yang masuk dalam Appendix I CITES—kategori spesies yang sangat terancam punah dan dilarang untuk diperjualbelikan secara komersial (Jemarut et al. 2021).

Sebagai negara anggota CITES, Indonesia mendapat tekanan dari berbagai pihak untuk bertindak. Pemerintah akhirnya merespons dengan menerbitkan regulasi penting Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang menjadi tonggak awal perlindungan hukum terhadap satwa liar, termasuk penyu.

Lalu apa peran penyu dalam ekosistem?

  1. Menjaga kesehatan terumbu karang dan padang lamun—tempat berlindung ikan
  2. Mengontrol populasi ubur-ubur dan spons laut
  3. Menyebarkan nutrisi dari laut ke daratan melalui telur yang tidak menetas.

Sumber : Ballamu 2022

Apa saja ancaman yang dihadapi oleh penyu?

  1. Plastik sekali pakai yang dibuang ke laut—kura kura dan penyu sering menganggap plastik sebagai makanan mereka dan dapat menyebabkan kematian saat tertelan.
  2. Gangguan saat bertelur—kura kura dan penyu sangat sensitif saat bertelur. Cahaya, suara, atau sentuhan bisa membuat mereka stress dan kembali ke laut tanpa bertelur
  3. Penjualan tubuh—permintaan pasar mendorong perburuan liar. Tidak membeli = tidak ada alasan untuk memburu

 

Referensi 

  • Ballamu F. 2022. Mengenal Penyu: Belajar Dari Pulau Piai. Papua: Daya Edukasi Papua
  • Jemarut W, Webliana KB, Sari DP. 2021. Kajian yuridis perlindungan penyu. Jurnal Ilmiah Dunia Hukum. 6(1):1-10.
  • Mongabay. 2017. Menelusuri Asal Usul Penyu Laut. Available online from: https://www.mongabay.co.id/2017/05/08/menelusuri-asal-usul-penyu-laut/ [Accessed Mei 20, 2025]