PRESS RELEASE MONITORING KAMPUS KPM #2

Feeds Harian Himakoplak (1)

PRESS RELEASE MONITORING KAMPUS KPM #2

Halo sobat konservasionis!

Tahukah kamu bahwa di balik kesibukan kampus yang ramai, terdapat kehidupan mamalia yang tak pernah berhenti berperan menjaga keseimbangan ekosistem? Kelompok Pemerhati Mamalia “Tarsius” kembali hadir dengan hasil monitoring kampus yang ke-2! Kali ini, tim berhasil mengidentifikasi tiga spesies mamalia unik yang menghuni Taman Hutan Kampus IPB Darmaga.  Penasaran dengan temuan KPM kali ini? Mari simak artikel berikut!

Kelompok Pemerhati Mamalia “Tarsius” berhasil mengidentifikasi keberadaan tiga spesies mamalia penting dalam kegiatan monitoring yang dilaksanakan pada Sabtu, 30 April 2025 di jalur Taman Hutan Kampus. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendokumentasikan keanekaragaman hayati mamalia yang menghuni ekosistem kampus.

Kelompok Pemerhati menggunakan dua metode, yaitu line transect untuk mamalia terestrial dan arboreal, serta pemasangan jala kabut untuk menangkap mamalia terbang nocturnal. Pendekatan metode tersebut memungkinkan deteksi mamalia dengan berbagai pola aktivitas dan preferensi habitat yang berbeda.

Hasil monitoring menunjukkan temuan yang menarik dengan ditemukannya bajing kelapa (Callosciurus notatus), spesies mamalia arboreal yang berperan penting sebagai penyebar biji dalam ekosistem hutan kampus. Keberadaan bajing kelapa mengindikasikan kondisi vegetasi yang masih mendukung kehidupan mamalia dengan tersedianya sumber pakan berupa buah-buahan dan biji-bijian dari berbagai jenis pohon.

Temuan yang tidak kalah signifikan adalah dua spesies kelelawar dari sub-ordo Yangochiroptera, yaitu lasiwen daignan (Myotis horsfieldii) dan pedan jawa (Nycteris javanica). Kedua spesies tersebut merupakan kelelawar insektivora yang memiliki peran ekologis penting sebagai pengendali populasi serangga nocturnal. Myotis horsfieldii dikenal sebagai spesies yang aktif berburu di atas permukaan air dan area terbuka, sementara Nycteris javanica memiliki kemampuan echolocation yang sangat baik untuk berburu serangga di dalam vegetasi yang rapat.

Keberadaan ketiga spesies mamalia tersebut menunjukkan bahwa Taman Hutan Kampus masih menyediakan habitat yang sesuai dengan berbagai relung ekologis. Bajing kelapa berkontribusi pada regenerasi vegetasi melalui dispersal biji, sementara kedua spesies kelelawar berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengendalikan populasi arthropoda. Temuan tersebut menegaskan pentingnya mempertahankan dan mengelola area hijau kampus sebagai refugia bagi keanekaragaman mamalia urban.